aritmia sinus pernapasan (RSA)
respiratory sinus arrhythmia (RSA)
Ringkasan Singkat
Variasi normal detak jantung yang sinkron dengan siklus pernapasan, meningkat saat menghirup napas dan menurun saat membuang napas.
Aritmia sinus pernapasan (respiratory sinus arrhythmia/RSA) adalah fenomena fisiologis yang mencerminkan pengaruh saraf vagus terhadap jantung. Secara alami, detak jantung kita tidaklah konstan; ia sedikit lebih cepat saat kita menarik napas (inhalasi) dan sedikit melambat saat kita mengembuskan napas (ekshalasi).
Dalam psikologi, RSA sering digunakan sebagai indeks fisiologis dari pengaturan emosi dan disposisi temperamental. Tingkat RSA yang tinggi (variabilitas detak jantung yang sehat) dikaitkan dengan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola stres dan emosi negatif. Sebaliknya, menurut psikolog Jerome Kagan, kurangnya RSA sering ditemukan pada individu dengan disposisi temperamental yang terhambat (inhibited temperament).
RSA merupakan komponen penting dalam pengukuran variabilitas detak jantung (HRV) yang digunakan untuk menilai kesehatan sistem saraf otonom.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-regulation.
- Kagan, J. (1994). Galen's Prophecy: Temperament in Human Nature.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.